Quantum Learning adalah
seperangkat metode dan falsafah belajar yang terbukti efektif untuk semua umur.
Quantum learning mencakup aspek-aspek penting dalam proram neurolinguistik, yaitu
suatu penelitian tentang bagaimana otak mengatur informasi.
Quantum learning ialah kiat, petunjuk, strategi, dan seluruh proses
belajar yang dapat mempertajam pemahaman dan daya ingat, serta membuat belajar
sebagai suatu proses yang menyenangkan dan bermanfaat. Beberapa teknik yang
dikemukakan merupakan teknik meningkatkan kemampuan diri yang sudah populer dan
umum digunakan. Namun, Bobbi DePorter mengembangkan teknik-teknik yang sasaran
akhirnya ditujukan untuk membantu para siswa menjadi responsif dan bergairah
dalam menghadapi tantangan dan perubahan realitas (yang terkait dengan sifat
jurnalisme).
Quantum
learning berakar dari upaya
Georgi Lozanov, pendidik berkebangsaan Bulgaria yang melakukan eksperimen
dengan apa yang disebut sebagai “suggestology”
atau ”suggestopedia”. Prinsipnya adalah
bahwa sugesti dapat dan pasti mempengaruhi hasil situasi belajar dan setiap
detail apapun memberikan sugesti positifataupun negatif.
Quantum Learning juga
menjelaskan AMBAK (Apa Manfaat BAgiKu) dalam setiap kegiatan yang kita lakukan.
Dengan cara merayakan keberhasilan yang kita capai merupakan salah satu cara
untuk membangun semangat dan keinginan tinggi kita untuk mencapai sesuatu. Pemanfaatan
waktu yang baik juga ialah salah satu cara kita untuk mensukseskan diri kita.
Ada beberapa
cara untuk mensukseskan belajar kita , antara lain yaitu lingkungan belajar
yang tepat, iringan musik yang membuat perasaan kita lebih tenang dan nyaman,
dunia yang luas , dan adapula tanda tanda positif yaitu “pemacu semangat” seperti
slogan atau kata kata mutiara, sertifikat dan penghargaan yang kita capai,
motivasi, tujuan kita yang bisanya kita tempel di dinding kamar agar setiap
hari kita bisa membacanya.
Ada juga
yang disebut dengan cara belajar. Cara belajar adalah kunci untuk megembangkan kinerja
dalam bekerja, disekolah, dan dalam situasi situasi antar pribadi. Cara belajar
anda adalah kombinasi dari bagaimana anda menyerap , lalu mengatur dan mengolah
informasi. Ada 3 cara belajar, yaitu :
-
Visual , belajar dengan cara melihat
-
Auditoral , belajar dengan cara belajar
dengan cara mendengar
-
Kinestetik , belajar dengan cara
bergerak, belajar, dan meyentuh
Adapula teknik untuk mencatat
tingkat tinggi yaitu dengan cara menggunakan Catatan:TS atau Catatan:Tulis dan
Susun yang memudahkan anda untuk mencatat pemikiran dan kesimpulan pribadi anda
bersama bgian bagin kunci pembicaraan atau materi bacaan. Lalu pembuatan peta
pemikiran atau mind map yang lebih
fleksibel, juga lebih memusatkan perhatian, meningkatkan pemahaman dan
menyenangkan.
Menulis juga perlu
kepercayaan diri. Ada beberapa metode untuk menulis dengan percaya diri, antara
lain :
- Pengelompokan gagasan
- Fast writing atau menulis cepat
- Menulis dengan melewati tahap tahap (pengelompokan, draft kasar, berbagi, revisi, penyuntingan, penulisan kembali, evaluasi)
Quantum
Learning juga menjelaskan upaya keajaiban memori kita dimana
memori kita berhubungan dengan usia dan pengalaman hidup. Memori kita menyimpa
apapun dan hanya mengingat apa yang di perlukan yang mempunyai arti dalam hidup
kita. Sedangkan daya ingat ialah kemampuan mengingat kembali pengalaman yang
telah berlalu atau terlewati. Ada beberpa teknik memori yang efektif utuk
menggunakannya, yaitu :
- Asosiasi: dengan memengingat kesamaan
- Menghubungkan: dengan kata kunci
- Sistem cantol: mencocokkan angka dengan kata yang seirama
- Metode lokasi: dengan menggunakan tempat yang paling kita kenal
- Akronim: kata kata atau kalimat kreatif
Selain menulis. Ada
juga beberapa cara untuk memperkuat membaca , yaitu dengan cara melihat cepat(skimming), melihat sekilas (scanning), kecepatan tinggi (warp speed).
Untuk menjadi sukses,
kita juga perlu berpikir logis, dan berfikir kreatif. Biasanya orang kreatif
selalu punya cara penyelesaian masalah, diantaranya yaitu berfikir vertikal, berfikir
lateral, berfikir kritis, berfikir analitis, berfikir strategis, berfikir
tentang hasil, berfikir kreatif, persiapan, inkubasi, iluminasi, verifikasi, dan
aplikasi. Juga kita harus membuat Curah-gagasan
untuk masa depan, karena orang sukses terbentuk dari orang yang salah
satunya berfikiran logis dan kreatif.